Archive for November, 2007
Mukrab Informatika 2007 (25 November 2007)
Terima kasih PacIFist.. (IF 2005)
Terima kasih Panitia.. (IF 2006)
Terima kasih Informatika.. (IF 2006, IF2005, IF2004, IF2003, dst. )
Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Jika tua nanti
Kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
4 comments 26 November 2007
Kartu Merah
11/23/07 11:06:12 PM
Hari ini saya dapet kartu merah. Haha..
Jadi gara-gara kekonyolan saya ngasih tebak-tebakan tentang merek softcase laptop sambil memutar-mutar laptop dengan berbagai sudut dan arah, saya akhirnya diberi kartu merah. Bukan cuma saya yang dapet kartu merah, temen saya, yang berada di sebelah kiri saya, yang saya tanyain tebak-tebakan konyol, yang mungkin sedang sial, dapet kartu merah juga (maafkan saya teman..).
Mari kita mulai menganalisis penyebab dari dikeluarkannya 2 buah kartu merah pada pertandingan tadi. Saya berada di posisi lapis ketiga sayap kanan, di lapis kedua terdapat space kosong (sekitar 2 meter) yang berada tepat di depan kami berdua. Sebenernya pelanggaran yang saya buat (menurut saya, memang cuma saya yang salah, temen saya itu adalah korban dari pelanggaran yang saya buat) ga berat-berat amat, cuma ngobrol-ngobrol biasa, ga keras lagi suaranya, tapi mungkin pada dasarnya saya orangnya cengeng-ngesan mulu, yah, mungkin wasit yang sangat jeli tersebut dapat memantau dengan jelas pergerakan saya karena space kosong yang ada di depan saya. Mungkin juga sejak awal pertandingan, pergerakan saya memang seringkali menarik perhatian wasit, pas pertandingan baru mulai, saya ngobrol sama temen saya yang berada di posisi bagian belakang, trus saya juga ketawa-ketiwi sama temen saya yang berada di sebelah kanan saya gara-gara leaflet yang disebar di lapangan, trus yang terakhir yah itu tadi, tebak-tebakan konyol tentang merek softcase laptop saya. Mungkin lagi, wasit pertandingan emang lagi jelek aja moodnya, lagi sensi kali yah..hehe..
Hal yang membuat saya kecewa, saya dikasih kartu merah tanpa peringatan terlebih dahulu, setidaknya kartu kuning dulu lah yah. Tapi tadi saya langsung dikasih kartu merah gitu aja. Dan ironisnya lagi, saya dikasih kartu merah pas di awal pertandingan, baru 10 menit coba, masih pemanasan gitu, saat saya belum bisa mencetak gol di pertandingan tersebut. Setelah pemberian kartu merah dengan tidak hormat, saya dan teman saya keluar dari lapangan, tak lupa membawa semua perlengkapan yang kami bawa, karena wasit sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi kami untuk protes dan kembali ke lapangan.
Untungnya, dalam aturan pertandingan kali ini, pemain yang mendapat kartu merah masih dapat bertanding pada 2 pertandingan selanjutnya. Cuma itu aja yang nyes banget, belom sempet ngegolin. Hehe..
Dan untungnya lagi, setelah saya keluar dari lapangan, saya memutuskan untuk masuk ke lapangan tenis meja (emang ada lapangan tenis meja?!). Saya jadi punya waktu latihan lebih buat persiapan pertandingan penting besok, membela nama kampus saya tercinta ini. Semangat !!!
Cerita di atas menggunakan berbagai istilah yang definisinya dapat ditafsirkan sendiri melalui metode learning. Hihi..
Buat yang penasaran sama tebak-tebakan konyol yang menjadi penyebab saya dikasih kartu merah, nih dia foto barang buktinya..
Waktu pertandingan tadi, saya sempet ngibulin temen saya yang tadi kalau merek softcase itu ditulis dalam sandi, yaitu sandi rumput. Hehe..
Kuis
Apakah merek dari softcase tersebut? *
[Maaf, Kuis ini tidak berhadiah.]
*) Jangan mencari jawaban kuis ini sambil memutar-mutar laptop Anda saat pertandingan sedang berlangsung! Pemberian kartu merah bukan tanggung jawab pemberi kuis.
10 comments 24 November 2007
Sekolah Kehidupan
11/18/07 06:58:10 PM
menikmati sisa waktu di usia kepala satu alias belasan yang hanya tinggal beberapa jam lagi..
nothing special..
sendirian di kamar kosan.. memangku laptop.. sambil meminum secangkir cappuccino hangat..
mungkin ada yang berbeda dari biasanya..
iya.. kali ini aku akan merayakan ulang tahun di kamar kosan.. seorang diri.. baru sadar.. aku kangen sama rumah.. padahal baru 3 hari yang lalu aku pulang.. oh..tidak.. aku meneteskan air mata.. tanpa tahu mengapa.. hiks.. tetesan air mata kerinduan.. huhu.. jadi pengen pulang..
berusaha mencari tahu apa yang sudah aku lakukan selama hampir 20 tahun ini..
ehm.. masih sedikit.. meski banyak.. tapi masih sedikit yang memberikan manfaat..
sifat-sifat aku.. lebih kurang masih sama kayak zaman dulu..
inay yang cengeng
inay yang males
inay yang ceroboh
inay yang grasak-grusuk
inay yang suka sok dewasa padahal masih suka kekanak-kanakan
inay yang sangat suka bermimpi tanpa tertidur
inay yang tampak kuat tapi tetap rapuh di dalam
inay yang sombong dan angkuh akan dirinya
inay yang sering merasa lebih dari yang lain
inay yang ga bisa menutupi perasaan
inay yang mudah dan takut jatuh cinta
inay yang …
ah, sudahlah.. terlalu banyak jika harus ku tulis semua di sini..
hampir 20 tahun sudah aku diberi kesempatan oleh Allah untuk dapat bernafas dan berpijak di dunia ini..
terima kasih.. kesempatan ini memberi aku banyak pelajaran..
masa kecilku yang bergitu menyenangkan.. dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang begitu hangat.. begitu aku mengucap syukur atas segalanya..
masa sekolah yang memberikan aku kesempatan untuk menuntut ilmu..
masa TK..
tempat aku belajar banyak tentang budi pekerti, berhitung, menulis, membaca, dan lain-lain termasuk menari..
masa SD..
aku belajar berteman
belajar bergaul dan bermain segala hal yang menyenangkan
belajar untuk masa depan
belajar untuk menyukai seseorang
belajar bagaimana rasanya jatuh cinta.. haha.. masa cinta monyet itu.. begitu konyol namun tetap indah untuk dikenang
masa SMP..
aku mulai belajar tentang kehidupan
belajar tentang bagaimana seseorang dapat berubah begitu cepat
belajar tentang bagaimana rasanya sakit hati
belajar menghadapi kenyataan
belajar banyak hal gila yang cenderung negatif
belajar untuk memilih jalan yang benar
belajar untuk tidak terjerumus di lubang yang salah.
belajar bahwa hidup ini punya banyak rasa yang bukan hanya indah
masa SMA..
belajar indahnya persahabatan..
belajar kalau “knowledge is power but character is more”
belajar untuk bangkit dari keterpurukan
belajar melupakan seseorang
belajar melanjutkan hidup dengan atau tanpa cinta
belajar untuk mengenal-Nya lebih dalam
belajar tentang indahnya Sang Pencipta dan seluruh ciptaan-Nya
belajar bersyukur atas segala yang telah diberikan-Nya
belajar untuk memperbaiki diri
belajar untuk kembali mencintai
belajar untuk selalu berusaha, bekerja keras, dan berserah diri pada-Nya
masa kuliah..
belajar mandiri
belajar memutuskan
belajar menjadi diri sendiri apa adanya
belajar memilih
belajar bersabar
belajar membagi waktu
belajar menjadi pemimpin
belajar hidup di antara manusia dengan berbagai budaya dan karakter yang berbeda
belajar menerima perbedaan dan menyadari bahwa perbedaan itu indah
belajar menjadi dewasa
belajar untuk tidak mudah jatuh cinta
belajar menyadari jika cinta adalah anugrah dari Yang Di Atas dan patut untuk diperjuangkan
itulah sekolah kehidupanku.. meski mungkin tak semua dapat dituliskan..
terima kasih untuk semua pelajaran selama 20 tahun ini..
terima kasih atas kesempatan untuk merasakan usia 20 tahun ini..
semoga aku masih diberi kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi..
semoga dalam sisa usia yang dikasih sama Allah aku bisa memberikan manfaat bagi semua..
bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara..
amin..
“A child becomes an adult when he realizes that he has a right not only to be right but also to be wrong.”
Thomas Szasz (1920 – )
Hungarian-born U.S. psychiatrist.
The Second Sin, “Childhood”
3 comments 22 November 2007
