Rapel

2 January 2009

Ternyata saya sudah lama sekali tidak menulis, yang artinya sudah lama juga saya tidak punya waktu untuk berdialog dengan diri saya sendiri. Ternyata tanpa disadari, inilah salah satu cara mengenal diri kita lebih dalam, ya betul, menulis. Tahun yang baru bukan berarti segalanya baru, buktinya saya masih begini saja, masih tetap pemalas dan penunda banyak hal. Saya sibuk dengan segala urusan yang menyenangkan dan seringkali melupakan urusan yang mungkin kurang menyenangkan tapi seharusnya menjadi prioritas utama. Baru itu bisa berarti berganti atau berubah dari yang lama. Entah mengapa berubah itu sulit. Saya tetap saja cengeng dan tidak dewasa di usia saya yang ke 21. Ya, bisa dibilang ini sebuah rapel, gabungan renungan ulang tahun dan tahun baru, ah, lihatlah betapa pemalasnya saya.

Adik saya sekarang sudah kelas 1 SMP, sudah beranjak menjadi ABG, saya sering tersenyum memperhatikan kelakuannya karena saya tahu, saya pernah seperti itu. Adik saya beranjak besar begitu pula saya, namun saya beranjak tua dan berharap beranjak dewasa. Sekarang adalah tahun ke-4 saya kuliah, seharusnya inilah tahun terakhir saya kuliah, entah itu sampai Juli atau Oktober. Ya, harapan orang tua saya cukup besar tentang kelulusan saya yang semoga memang bisa tahun ini. Teteh saya, setelah lulus apoteker, dia sudah mulai sibuk bekerja dan menghasilkan uang sendiri tentunya. Semuanya berjalan apa-adanya dan tanpa terasa sebentar lagi tiba waktunya untuk saya mengalami hal yang sama dengan teteh. Lulus, wisuda, kerja.

Teman-teman SMA yang kemarin berkumpul sekedar untuk berbagi perkembangan cerita, kehidupan, dan nostalgia, ya, kami semua sudah besar, tumbuh menjadi manusia yang seutuhnya. Ada yang sebentar lagi mau ko-as, ada yang sama-sama mau lulus tahun ini juga, semuanya memang berbeda, berubah. Agenda reuni SD minggu depan juga membuat saya berpikir kembali ke belakang, mengenang segala yang telah saya lalui. Melihat wajah-wajah itu, yang dulu polos dan tanpa beban penuh keceriaan, hey, kita dulu pernah muda. Saya menjadi seperti sekarang ini setelah melalui semuanya bersama kalian, keluarga, teman, guru, pedagang di sekolah, tukang becak yang mengantar saya setiap pagi ke TK, supir angkot, supir bis, pengamen jalanan, bahkan copet yang menjadi “teman” setia perjalanan panjang Bandung-Padalarang (PP), semua memberikan warna dalam kehidupan saya. Setiap waktu saya belajar, setiap kehidupan mempunyai keunikan tersendiri, setiap jiwa merupakan primary key, yang tidak akan pernah sama, dan saya bahagia dengan apa yang saya miliki, lalui, hadapi, dan jalani. Saya bersyukur atas jalan hidup yang telah dipilihkan Allah untuk saya, jalan inilah yang membuat saya menjadi seperti saat ini. Saya selalu ingin bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh-Nya, karena memang itulah yang pantas saya dapatkan dan sanggup saya emban.

Terima kasih semua, atas segala kasih sayang, canda tawa, pertengkaran, senyuman, dan perasaan yang mungkin tak terungkapkan.

Entry Filed under: INAY, Lagi Pengen Serius. Tags: , .

10 Comments Add your own

  • 1. adipersada  |  2 January 2009 at 9:14 pm

    nice reflection nay..
    mudah2an aja setelah evaluasi, tentunya ada aksi,
    hehe, sip!

    Reply
  • 2. umi fadilah  |  2 January 2009 at 9:38 pm

    ey ginar.. saya sudah membaca dengan mood sangat menghayati, sampai tiba-tiba ilfil pas baca kata2 berikut:
    “…setiap jiwa merupakan primary key…”

    omigod ginarrrr!!!! merusak postingan saja,, hahahhahaha… bagus2 nay :)

    Reply
  • 3. dwinanto  |  3 January 2009 at 8:09 am

    Adik awak udah 2 SMA, jadi bingung menanganinya,.
    Udah bener2 remaja tuh anak,, he2,. :D

    Reply
  • 4. montercplus  |  3 January 2009 at 8:50 pm

    assa.
    prtama mikir rapel itu sejenis tali yg dipake bwt naek gunung gyahaha. nais pos nar, klo kata pelem meet the robinson mah, keep moving forward!
    wass.

    Reply
  • 5. reiSHA  |  4 January 2009 at 9:20 am

    Hmm… Aku juga dah lama banget ni ga berdialog sama diri sendiri… Ntar deh, abis UAS RPLL, hehe…

    Reply
  • 6. inay  |  6 January 2009 at 10:12 pm

    hohoho.. terima kasih semua.. smoga selalu bisa berubah menjadi lebih baik.. amin..

    bay, emang itu yang paling susah, ngelakuinnya.. huwa huwa..

    ume, itu sengaja, biar agak “lucu” postingannya, hehe

    cong, emg beneran ada tali rapel buat naek gunung? saya mah tahunya rapia, kikikik..

    udah sma mah udah gede to, biarlah dia berkembang, hooo

    ih reisha kan masih ada ujian psiko, hehe..

    Reply
  • 7. anis  |  7 January 2009 at 9:50 am

    yup semua hal yang melintas di kehidupan kita emang ngasih warna tersendiri buat kita yang menjadikan kita unik…
    hwaaa nay, theme-nya sama ya? hehehe

    Reply
  • 8. wahyu am  |  25 June 2009 at 6:30 pm

    Jihahahay, filled under “lagi pengen serius”

    nice post :)

    Reply
  • 9. kink  |  4 September 2009 at 8:27 pm

    ayo nulis lagi :)

    Reply
  • 10. Inay  |  9 November 2009 at 11:53 am

    kyaaa.. udah lama ini blog telantar.. mau nulis ah..

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


tanpa tahu apa, siapa, dan mengapa

hanya ingin bersuara dengan kata

hoping for the best, but still preparing for the worst

Archives

Recent Posts

Recent Comments

Inay on Rapel
kink on Rapel
kink on About
wahyu am on Rapel
Anwar Ashari on Kartu Merah

Ginar Santika Niwanputri

IF2004

IF2005

IF2006

Pict

Teman

Calendar

January 2009
M T W T F S S
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Category Cloud

Categorized INAY Lagi Pengen Serius Uncategorized